🐽 Pertanyaan Tentang Pengaruh Internet Bagi Pelajar
Alasanutamanya, mereka tidak memiliki perangkat atau infrastruktur untuk mengakses internet atau mereka dilarang oleh orang tua untuk mengakses internet. Padahal, ada tiga motivasi bagi anak dan remaja untuk mengakses internet, yaitu untuk mencari informasi, untuk terhubung dengan teman (lama dan baru) dan untuk hiburan.
Apakahpengaruh penggunaan Internet terhadap pelajar? 2. Mengapa penggunaan Internet dapat mempengaruhi minat belajar siswa? 3. Bagaimana seharusnya pelajar menyikapi kemajuan teknologi? B. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk : a) Mengetahui pengaruh internet terhadap minat belajar siswa.
Tentusaja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk pengguna dan lingkungannya. Apa dampak positif dan negatif penggunaan internet bagi remaja, dan bagaimana solusi dalam penyelesaian masalah internet bagi remaja. Keberadaan internet memberi dampak positif
13Pengaruh Internet Terhadap Gaya Hidup Remaja. written by Derina Asta. Seiring dengan perkembangan jaman dan canggihnya ilmu teknologi, membawa kehidupan kita khusunya kehidupan remaja semakin mengalami perubahan, banyaknya perubanhan ini juga dipengaruhi dari hadirnya berbagai macam gaya hidup juga yang mengalami perubahan cukup signifikan.
SubTemaPengaruh dan Upaya Menghadapi Globalisasi Dalam Kehidupan Masyarakat Pembelajaranke 27 AlokasiWaktu 10Menit A. TUJUAN PEMBELAJARAN: Melalui diskusi kelompok dan menggali informasi : Peserta didik dapat mengindentifikasi mengenai pengaruh positif dari globalisasi dengan benar.
Internetmemudahkan pelajar untuk mencari pelajaran di internet. Internet bisa digunakan pelajar sebagai sarana silaturrahmi atau komunikasi kepada teman teman yang dahulu satu sekolah. Mencari informasi tentang Universitas mana yang terbaik yang harus kita lalui setelah lulus SMA. Manfaat internet bagi masyarakat
Pengaruhdan Dampak Negatif Internet bagi Pendidikan a. Internet sebagai media pembelajaran tidak efektif pemanfaatannya. Daya kreativitas peserta didik menjadi rendah akibat terbiasa bergantung pada Internet. Hingga tugas-tugas mudah yang diberikan oleh guru yang seharusnya bisa dikerjakan sendiri pun mengandalkan Internet. b.
PENGARUHMEDIA INTERNET TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 MAROS SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Jurusan Ilmu Komunikasi Pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar Oleh: Erna Dusra NIM : 50700113079 FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
IdentifikasiMasalah Masalah-masalah yang berhubungan dengan pergaulan remaja dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1. Sejarah dan pengertian internet. 2. Manfaat internet bagi kehidupan . 3. Alasan menggunakan internet 4. Penyebab orang menggunakan internet 5. Pengaruh internet bagi remaja. 6.
ODbJw. Ilustrasi kecanduan bermain internet sumber dokumen pribadiSaat ini penggunaan teknologi tidak dapat terlepas dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia, terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu teknologi yang memiliki dampak besar dalam bidang pendidikan adalah internet. Siapa yang tidak mengenal internet sekarang ini? Hampir semua orang dari berbagai kalangan usia pasti sudah mengenal internet sendiri dalam bidang pendidikan berlaku dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi bahkan bagi para pelajar maupun pengajar. Dalam pelaksanaannya, penggunaan internet ini ternyata memberikan beberapa dampak positif dan dampak negatif bagi pelajar tersebut, di mana banyak pelajar yang menggunakan internet di luar konteks pembelajaran sehingga timbul pengaruh negatif dari penggunaan internet itu Pohan, 2020.Namun, sebelum membahas dampak positif dan negatif penggunaan internet bagi pelajar, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian internet terlebih dahulu. Menurut KBBI, internet adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket protokol internet untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Setelah mengetahui pengertian internet di atas apa saja dampak positif dari penggunaannya?Dampak positif internet bagi pelajarAdapun dampak positif penggunaan internet bagi pelajar diantaranya yaituInternet sebagai penunjang pembelajaranDalam penggunaan internet bagi pelajar memberikan dampak positif sebagai penunjang pembelajaran yang memudahkan mencari berbagai macam informasi dan sumber belajar yang berguna dalam menambah wawasan bagi si pelajar. Dampak positif penggunaan internet dalam proses pembelajaran para pelajar dibuktikan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pemanfaatan internet berdampak sebesar 20,8% terhadap prestasi belajar siswa Yanti dalam Walidaini dan Arifin, 2010135. Ternyata dengan adanya internet dapat membantu pelajar yang kesulitan memahami pelajaran saat di sekolah juga internet membantu mereka untuk lebih memahaminya karena hampir semua materi pembelajaran dapat dicari melalui internet secara metode pembelajaran yang menarikPada zaman sekarang, internet telah menyediakan berbagai metode pengajaran yang lebih menarik untuk pelajar agar dapat lebih tertarik untuk belajar melalui internet contohnya seperti aplikasi pembelajaran daring. Melalui aplikasi ini, pelajar dapat menonton berbagai video pembelajaran yang menarik sehingga tidak cepat bosan saat belajar. Tidak hanya video pembelajaran, aplikasi tersebut juga menyediakan banyak soal latihan lebih memahami materi yang diajarkan serta dapat mengunduh buku penunjang pembelajaran di perpustakaan digital yang tersedia dalam apa yang diuraikan sebelumnya dengan adanya internet diharapkan menjadi sumber belajar yang baik serta dapat menambah pengetahuan bagi si pelajar. Akan tetapi, sekarang ini masih banyak pelajar yang dalam menggunakan internet sebagai salah satu sumber belajar kurang bijak saat penggunaannya sehingga dapat memberikan pengaruh yang apa saja dampak negatif yang timbul dari penggunaan internet bagi para pelajar?Dampak negatif penggunaan internet bagi pelajarAdapun dampak negatif yang menyertai penggunaan internet bagi pelajar diantaranya yaituInternet membuat kecanduanDalam penggunaan internet oleh pelajar memang baik untuk menunjang pembelajaran, akan tetapi banyak dari mereka cenderung menyalahgunakan internet sehingga berdampak negatif kepada dirinya. Hal ini menjadi masalah yang sering terjadi pada banyak pelajar. Kecanduan telah menjadi salah satu dampak negatif dari penggunaan internet yang paling sudah menimbulkan kecanduan internet akan membuat banyak pelajar yang bermain internet dari pagi hingga larut malam. Bahkan mereka akan melakukan segalanya untuk bermain internet seperti media sosial dan game daring tanpa kenal waktu daripada belajar. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kominfo bersama dengan UNICEF pada tahun 2014 bahwa hampir 80% pelajar di Indonesia adalah pengguna internet. Mereka mengakses internet melalui handphone sebanyak 52%, komputer 34%, dan 2% melalui video game Gatot dan Broto, 2014 .Akibat kecanduan internet akan berdampak pada aktivitas, keinginan, dan perhatian penggunanya untuk memikirkan agar dapat bermain internet. Sebagian pelajar juga mengalami perasaan gelisah ketika tidak menggunakan internet. Dari hal tersebut dapat memicu rasa malas untuk belajar, mengerjakan tugas, serta banyak dari mereka yang mengantuk dan tertidur saat pembelajaran di sekolah sedang berlangsung sehingga prestasi belajar mereka di sekolah akan kemampuan bersosialisasiMenurunnya kemampuan bersosialisasi para pelajar dengan lingkungan sekitar yang sedang marak terjadi merupakan salah satu perilaku dampak negatif dari penggunaan internet. Perilaku ini dapat berupa menyendiri dan malas bergaul dengan teman-temannya. Pada zaman sekarang, banyak dari pelajar justru cenderung memilih bermain internet daripada mengobrol bersama dengan pelajar sudah merasa nyaman dengan cara bersosialisasi mereka dalam dunia maya sehingga mereka menarik diri dari kehidupan nyata. Oleh karena itu, diperlukannya pengawasan orang tua dalam penggunaan internet gangguan kesehatanEfek kecanduan dari menggunakan internet akan memengaruhi kondisi fisik dan kesehatan tubuh pelajar. Hal ini diawali dengan terlalu fokusnya bermain internet sehingga enggan melakukan aktivitas fisik dan menyebabkan tubuh kurang bergerak. Selain itu, mereka mulai melewatkan makan sehingga tidak ada nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Para pelajar tersebut setiap harinya akan bermain internet sampai larut malam bahkan menjelang pagi hari yang mengakibatkan kondisi kesehatan tubuh menurun dan akan timbul berbagai macam yang timbul akibat kecanduan bermain internet yaitu munculnya masalah penglihatan dan insomnia. Penggunaan internet dengan durasi yang terus-menerus yaitu lebih dari 7 jam maka akan berdampak pada kesehatan mata sehingga membuat mata merah serta penglihatan menjadi kabur ditambah dengan insomnia yang menyebabkan pelajar akan sulit tidur Hakim dan Raj, 2017. Hal tersebut itulah yang dapat mempengaruhi prestasi para pelajar di kondisi yang diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan internet bagi pelajar memberikan banyak dampak positif dan negatif. Dampak positif dari penggunaan internet diantaranya yaitu memudahkan untuk mencari sumber dan referensi pelajaran, menyediakan metode pembelajaran yang menarik sehingga tidak merasa bosan saat dampak negatifnya akan menimbulkan kecanduan dan rasa malas untuk belajar, menyebabkan gangguan kesehatan, serta menurunnya kemampuan bersosialisasi dengan teman-temannya juga lingkungan sekitar. Oleh karenanya, diperlukan penggunaan yang bijak dalam memakai internet serta pengawasan dari orang dan Dewa Broto. 2014. Riset Kominfo dan UNICEF Mengenai Perilaku Anak dan Remaja dalam Menggunakan Internet. SIARAN PERS Diakses pada 16 Desember 2022 dari link S. N., & Raj, A. A. 2017. Dampak kecanduan internet internet addiction pada remaja. Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, 1. Diakses pada 17 Desember 2022 dari link Yustika. 2020. Pengaruh Penggunaan Internet terhadap Minat dan Hasil Belajar Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kualuh Selatan Jurnal Pembelajaran Matematika Stigma, 62, 93-100. Diakses pada 30 November 2022 dari link B., & Arifin, A. M. M. 2018. Pemanfaatan Internet Untuk Belajar Pada Mahasiswa. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 31. Diakses pada 16 Desember 2022 dari link
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dengan hadirnya internet yang merupakan pengembangan teknologi komunikasi dan informasi, Maka semakin mudah mengakses berbagai informasi secara internasional. Internet merupakan Interconnection Networking secara global karena merupakan jaringan komputer dalam skala merupakan salah satu sumber belajar bagi pelajar, karena dengan menggunakan internet pelajar dapat mengakses informasi-informasi secara cepat dan mudah. Bahkan berbagai sumber informasi dari berbagai media dapat dimodifikasi melalui teknologi yang semakin modern dan canggih ini bukan hanya memberi manfaat bagi penggunanya tapi juga menimbulkan pengaruh yang negatif bagi penggunanya, terutama bagi kalangan pelajar. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet ada yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs adanya internet yang dapat mempengaruhi sisi baik dan sisi jelek dari pengguna internet terutama dikalangan POSITIF DAN NEGATIF INTERNET A. DAMPAK POSITIF DARI INTERNET 1. Mendapatkan informasi lebih maju, pasti akurat dan cepat 2. Memungkinkan kita berkomunikasi jarak jauh, tanpa harus mendatangkan orangnya. 3. Bagi siswa dan mahasiswa bisa mengerjakan tugas disekolah dengan mudah dan pasti. 4. Berbagai hasil penelitian bisa bertukar informasi hasil penelitian lewat internet. 5. Bisa lebih tahu tentang dunia. 6. Menggampangkan mencari informasi. 7. Lebih mudah untuk memasarkan apa yang kita jual B. DAMPAK NEGATIF DARI INTERNET 1. Banyak orang yang menyalahgunakanya seperti berjudi, membuka situs-situs porno, melakukan penipuan 2. Langgaran hak cipta penyebaran virus, pornografi. 3. Membuat orang malas. 4. Mengabaikan kewajiban pada Tuhan YME. 5. Pergaulan bebas. 6. Pencurian data. Lihat Pendidikan Selengkapnya
1 , 2 Abstrak Teknologi informasi pada perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa antara lain dengan memfasilitasi mahasiswa dengan kemudahan akses internet sehingga mudah dalam mendapatkan informasi dari situs-situs online. Akan tetapi pemanfaatan internet sering disalahgunakan dengan tidak menggunakannya untuk menunjang pembelajaran sebaliknya digunakan untuk mengakses media jejaring sosial dan bermain game secara online. Sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari penggunaan internet terhadap minat dan perilaku belajar mahasiswa pada Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palembang dengan menggunakan konsep Model TRA Theory of Reasoned Action. Metode analisis pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling SEM dengan bantuan software AMOS 22. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi di kota Palembang untuk memaksimalkan penggunaan internet dalam mendukung minat dan perilaku belajar mahasiswa. Abstract Information Technology in higher education are expected to be used to improve the quality of student in learning, such as facilitating student to access the Internet easily by making it easy to get the information from online sites. However, Internet is often misused by student, they are not using it to support their learning instead of using it to access social media and online games. So it need a test to know how Internet usage can affect students learning interest and behavior in Palembang by using the concept of Theory Reasoned Action TRA Model. This study methods was conducted by using Structural Equation Modeling SEM with AMOS 22. The result of this study is to bring an input for the college in Palembang to maximize the using of Internet access in support student interest and behavior in learning. Keyword student, interest, behaviour, theory of reasoned action, structural equation modeling 1. PENDAHULUAN Saat ini hampir semua perguruan tinggi berlomba-lomba dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai salah satu sarana dan media dalam pendidikan dan pengajarannya. Beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palembang yang berbasiskan teknologi telah memanfaatkan teknologi dalam proses operasional maupun pembelajaran antara lain dengan membuat sistem informasi akademik secara online. Selain itu juga kampus memfasilitasi mahasiswa dengan akses jaringan internet sehingga mahasiswa dapat bebas mengakses internet kapanpun dan dimanapun di area gedung kampus. Kehadiran Internet sewajarnya dapat menumbuhkan minat belajar mahasiswa jika digunakan dengan tepat agar prestasi mahasiswa dapat meningkat. Tetapi pada kenyataannya pemanfaatan internet di lingkungan kampus sering kali disalahgunakan oleh mahasiswa. Internet tidak hanya digunakan oleh mahasiswa untuk menunjang proses akademik, tetapi lebih banyak pada proses non-akademik seperti bermain games dan membuka situs-situs yang tidak berhubungan dengan akademik. Seringkali juga ditemukan bahwa mahasiswa menyalin tugas dari Internet dan tidak dapat menjelaskan maksud dari tugas yang diperolehnya dari Internet. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak memahami materi dan informasi yang didapatkan dari Internet dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian apakah Internet dapat mempengaruhi minat belajar mahasiswa. Dengan meningkatnya minat belajar, diharapkan pula Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 1 Nopember 2016 Copyright © 2016 SESINDO PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP MINAT DAN PERILAKU BELAJAR MAHASISWA Desy Iba Ricoida 1, Desi Pibriana 2 1Program Studi Sistem Informasi, STMIK GI MDP Jl. Rajawali No. 14 Palembang, 30113 Telp 0711 376400, Fax 0711 nomor_fax E-mail desih Abstrak Teknologi informasi pada perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa antara lain dengan memfasilitasi mahasiswa dengan kemudahan akses internet sehingga mudah dalam mendapatkan informasi dari situs-situs online. Akan tetapi pemanfaatan internet sering disalahgunakan dengan tidak menggunakannya untuk menunjang pembelajaran sebaliknya digunakan untuk mengakses media jejaring sosial dan bermain game secara online. Sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari penggunaan internet terhadap minat dan perilaku belajar mahasiswa pada Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palembang dengan menggunakan konsep Model TRA Theory of Reasoned Action. Metode analisis pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling SEM dengan bantuan software AMOS 22. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi di kota Palembang untuk memaksimalkan penggunaan internet dalam mendukung minat dan perilaku belajar mahasiswa. Kata kunci mahasiswa, minat , perilaku, theory of reasoned action, structural equation modeling Abstract Information Technology in higher education are expected to be used to improve the quality of student in learning, such as facilitating student to access the Internet easily by making it easy to get the information from online sites. However, Internet is often misused by student, they are not using it to support their learning instead of using it to access social media and online games. So it need a test to know how Internet usage can affect students learning interest and behavior in Palembang by using the concept of Theory Reasoned Action TRA Model. This study methods was conducted by using Structural Equation Modeling SEM with AMOS 22. The result of this study is to bring an input for the college in Palembang to maximize the using of Internet access in support student interest and behavior in learning. Keyword student, interest, behaviour, theory of reasoned action, structural equation modeling 1. PENDAHULUAN Saat ini hampir semua perguruan tinggi berlomba-lomba dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai salah satu sarana dan media dalam pendidikan dan pengajarannya. Beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palembang yang berbasiskan teknologi telah memanfaatkan teknologi dalam proses operasional maupun pembelajaran antara lain dengan membuat sistem informasi akademik secara online. Selain itu juga kampus memfasilitasi mahasiswa dengan akses jaringan internet sehingga mahasiswa dapat bebas mengakses internet kapanpun dan dimanapun di area gedung kampus. Kehadiran Internet sewajarnya dapat menumbuhkan minat belajar mahasiswa jika digunakan dengan tepat agar prestasi mahasiswa dapat meningkat. Tetapi pada kenyataannya pemanfaatan internet di lingkungan kampus sering kali disalahgunakan oleh mahasiswa. Internet tidak hanya digunakan oleh mahasiswa untuk menunjang proses akademik, tetapi lebih banyak pada proses non-akademik seperti bermain games dan membuka situs-situs yang tidak berhubungan dengan akademik. Seringkali juga ditemukan bahwa mahasiswa menyalin tugas dari Internet dan tidak dapat menjelaskan maksud dari tugas yang diperolehnya dari Internet. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak memahami materi dan informasi yang didapatkan dari Internet dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian apakah Internet dapat mempengaruhi minat belajar mahasiswa. Dengan meningkatnya minat belajar, diharapkan pula 282 Copyright © 2016 SESINDO perilaku belajar mahasiswa dapat berubah ke arah yang positif untuk mendukung kegiatan akademiknya [1]. Penelitian serupa juga telah dilakukan oleh [2] untuk menguji pengaruh perilaku belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa akuntansi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara serentak faktor kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku teks, kunjungan ke perpustakaan dan kebiasaan menghadapi ujian berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa, sementara secara parsial hanya faktor kunjungan ke perpustakaan dan kebiasaan menghadapi ujian yang signifikan. Dari penelitian ini diambil faktor kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku teks, kunjungan ke perpustakaan dan kebiasaan menghadapi ujian sebagai indikator untuk mengukur perilaku belajar mahasiswa. Salah satu pendekatan yang sering digunakan untuk mempelajari perilaku manusia adalah Theory of Reasoned Action TRA [1]. TRA dimulai dengan melihat intensi/ minat berperilaku sebagai anteseden terdekat dari suatu perilaku. Dipercaya bahwa semakin kuat minat seseorang untuk menampilkan suatu perilaku tertentu, diharapkan semakin berhasil orang tersebut melakukannya [1]. 2. TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini akan dijelaskan tentang beberapa teori terkait yang menunjang penelitian. Internet Internet adalah alat penghubung antara organisasi dan pelanggannya, sehingga tercipta sebuah organisasi baru secara virtual [3]. Sementara menurut Baran dalam Zin, Muda, & Nordin, internet adalah sebuah jaringan global komputer yang saling berhubungan yang berkomunikasi secara bebas dan berbagi serta bertukar informasi [4]. Belajar Menurut Slameto, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya [5]. Belajar juga diartikan sebagai proses usaha yang kompleks yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang lebih baik secara keseluruhan akibat Interaksi dengan lingkungannya [2]. Minat Belajar Minat merupakan suatu keinginan seseorang untuk melakukan suatu perilaku tertentu [6]. Dapat dikatakan bahwa seseorang akan melakukan suatu hal tertentu apabila memiliki kemauan dari dalam diri untuk melakukannya. Djamarah dalam [7] adalah suatu penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Sementara menurut Slameto dalam [8] menyatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka senang dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. Perilaku Belajar Perilaku belajar dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas belajar [9]. Diantara ciri-ciri perubahan khas yang menjadi karakteristik perilaku belajar yang terpenting adalah 1. Perubahan itu intensional; 2. Perubahan itu positif dan aktif; 3. Perubahan itu efektif dan fungsional [9]. Perilaku ini berhubungan dengan minat. Menurut [6] Seseorang akan melakukan suatu perilaku behavioral jika mempunyai keinginan atau minat behavioral intention untuk melakukannya. Theory of Reasoned Action TRA Teori tindakan beralasan Theory of Reasoned Action merupakan teori yang menjelaskan tahapan-tahapan manusia melakukan perilaku. Pada tahap awal, perilaku behavior diasumsikan ditentukan oleh minat intention. Pada tahap berikutnya niat dapat dijelaskan dalam bentuk sikap-sikap terhadap perilaku attitudes towards the behavior dan norma-norma subyektif subjective norm. tahap-tahap ketiga dipertimbangkan sikap-sikap attitudes dan norma-norma subjektif subjective norm dalam bentuk kepercayaan tentang konsekuensi melakukan perilakunya dan tentang ekspektasi normatif dari orang yang direferensi referent yang relevan [6]. Penelitian Terdahulu Adapun penelitian terdahulu yang dijadikan referensi dalam penelitian ini antara lain yaitu 283 Copyright © 2016 SESINDO 1. Penelitian yang dilakukan oleh Gialamas, Nikolopoulou, & Koutromanos [10] yang berjudul “Student teachers’ perception about the impact of internet usage on their learning and jobs†ditujukan untuk menginvestigasi persepsi mahasiswa fakultas pendidikan mengenai dampak penggunaan internet terhadap pembelajaran dan pekerjaan mereka dimasa yang akan datang. Persepsi mahasiswa pendidikan secara umum adalah positif. Kebanyakan mahasiswa percaya bahwa penggunaan internet pada studi universitas membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif, dan memiliki kemampuan menggunakan internet akan membantu prospek pekerjaan mereka di masa mendatang. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa semakin tinggi pengalaman digital dan frekuensi penggunaan internet, semakin positif persepsi para mahasiswa mengenai dampak internet terhadap pembelajaran dan pekerjaan mereka dimasa mendatang. Dari penelitian ini diambil variabel Internet Usage sebagai indikator untuk mengukur sikap penggunaan, norma subjektif dan minat belajar dengan menggunakan internet. 2. Penelitian lain yang dilakukan oleh [11] mengemukakan bahwa Technology Acceptance Model TAM†yang diusulkan secara umum dapat dijadikan sebagai model penerimaan teknologi internet oleh pelajar khususnya pelajar sekolah menengah atas dengan fasilitas dan kondisi yang memenuhi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Internet dapat diterima dan memberikan pengaruh positif terhadap tingkah laku atau kebiasaan pelajar dalam menggunakan penelitian ini diambil diambil variabel penggunaan internet attitude toward using sebagai indikator untuk mengukur sikap penggunaan internet dan perhatian untuk menggunakan internet behavioral intention to use sebagai indikator minat belajar. 3. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada analisis dan pembahasan ini akan dijelaskan tahapan-tahapan dalam penelitian, model, variabel serta indikator penelitian, pengumpulan serta analisis data. Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tahapan – tahapan sebagai berikut a. Perumusan masalah, pada tahapan ini merumuskan masalah yang akan digunakan pada topik penelitian ini yaitu pengaruh pemanfaatan internet terhadap minat dan perilaku belajar mahasiswa di kota Palembang. b. Studi Literatur yaitu melakukan studi literatur untuk mendapatkan informasi baik yang berkaitan dengan topik penelitian dari berbagai sumber antara lain jurnal , buku maupun artikel . c. Perumusan model dan penyusunan instrumen adalah merumuskan model yang digunakan yaitu konsep Model TRA Theory of Reasoned Action. Kemudian penyusunan instrumen penelitian. Instrumen penelitian ini merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat close ended question. d. Pengumpulan Data dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner terhadap responden. e. Pengolahan dan Analisis Data , menggunakan metode statistik dalam menganalisis data yang berhadil dikumpulkan dari para responden. Teknik statistik yang digunakan adalah teknik multivariate structural equation model SEM yang diolah dengan program AMOS 22. f. Penarikan kesimpulan dilakukan setelah melakukan pengujian hipotesis dan mengetahui hubungan antar setiap variabel. Kesimpulan merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian yang telah diajukan yang sesuai dengan hasil analisis dan pengujian hipotesis. Model, Variabel dan Indikator Penelitian Berdasarkan teori dan temuan hasil penelitian sebelumnya [2], [10], [11] dan beberapa penelitian lain yakni [5] [8] dan [9], diusulkan suatu model penelitian yang secara langsung menunjukkan hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. Dimana pada model penelitian yang diajukan dapat diketahui hubungan dari penggunaan internet terhadap minat dan perilaku belajar mahasiswa. Adapun model yang digunakan dalam penelitian ini merupakan model tindakan beralasan Theory of Reasoned Action yang menjelaskan tahapan-tahapan manusia melakukan perilaku [6] . Sikap Penggunaan InternetNorma Subjektif Penggunaan InternetMinat Belajar Perilaku BelajarH1H2H3Gambar 1. Model Penelitian 284 Copyright © 2016 SESINDO Adapun hipotesis yang dihasilkan berdasarkan Gambar 1 sebagai berikut H1 Sikap penggunaan internet berpengaruh secara positif pada minat belajar mahasiswa H2 Norma Subjektif tentang penggunaan Internet berpengaruh positif terhadap minat belajar mahasiswa H3 Minat Belajar mahasiswa berpengaruh positif terhadap perilaku belajar mahasiswa. Penyusunan Variabel dan Indikator Penelitian Penyusunan kuesioner dalam penelitian ini diambil dari berbagai sumber yang telah diuraikan pada tinjauan pustaka sehingga menghasilkan 30 indikator dari 4 variabel yaitu variabel Sikap Penggunaan Internet ,Norma Subjektif ,Minat Belajar dan Perilaku Belajar . Variabel penelitian dapat terlihat pada tabel 1. Tabel 1. Indikator Penelitian Sikap Penggunaan Internet SP1 , SP2, SP3,SP4, SP5 dan SP6 - Interaksi dengan internet dan Transaksi Online - Informasi dari Internet dan membagikan Informasi di Internet - Pengalih perhatian/ kesenangan menggunakan Internet - Komunikasi dan pertemanan menggunakan Internet NS1, NS2,NS3,NS4,NS5 dan NS6 - Pendapat tentang Rujukan informasi dari internet - Pendapat tentang Membagikan informasi pribadi di Internet - Pendapat tentang kesenangan yang berasal dari Internet - Pendapat tentang Keamanan transaksi Online - Pendapat tentang Pertemanan di Internet - Pendapat tentang Pertanggungjawaban Informasi di Internet MB1, MB2,MB3,MB4,MB5 dan MB6 - Keinginan belajar menggunakan Internet - Ketidakjenuhan belajar dengan menggunakan internet - Belajar dengan materi yang dapat diakses melalui Internet - Internet suatu keharusan - Mengerjakan Tugas dengan bantuan Internet - Bertukar Informasi dalam Tugas PB1, PB2, PB3, PB4, PB5, PB6, PB7, PB8, PB9, PB10, PB11 dan PB12 - Kebiasaan mengikuti pelajaran dan Mengulang Pelajaran - Kebiasaan Mengerjakan Tugas dan Kunjungan ke perpustakaan - Kebiasaan belajar dan kebiasaan menghadapi kesulitan dalam pelajaran - Kebiasaan menghadapi ujian dan membaca buku teks - Penggunaan Internet dalam Belajar Pengumpulan Data Pengumpulan data secara kuantitatif dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner yang merupakan kumpulan pertanyaan yang telah disusun untuk mendapatkan informasi dari responden. Tujuannya adalah untuk menterjemahkan informasi yang dibutuhkan peneliti ke dalam pertanyaan yang spesifik sehingga responden yang memiliki kemauan dapat menjawab pertanyaan tersebut. Teknik estimasi yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Maximum Likelihood Estimation MLE yang sering digunakan dalam metode SEM . Jumlah sampel yang ideal untuk MLE yaitu sebanyak lima kali jumlah indikator/ pertanyaan [12]. Pada penelitian ini digunakan sebanyak 273 sampel yang terdiri dari mahasiswa fakultas atau jurusan Ilmu Komputer yang ada di Kota Palembang. Survey penyebaran kuesioner dilakukan menggunakan metode simple random sampling. Adapun profil responden dalam penelitian ini adalah sebagai berikut a. Jenis kelamin Dari responden didapatkan 41 % berjenis kelamin laki-laki dan 59 % berjenis kelamin perempuan. b. Masa studi Semester yang telah ditempuh Dari mahasiswa semester 3 ke bawah didapatkan 26 % responden, 45% mahasiswa rentang semester 4 sampai semester 6, 10% dari semester 8 dan sisanya 4 % telah menempuh lebih dari delapan semester. c. Lama mengenal dan menggunakan komputer 285 Copyright © 2016 SESINDO Dari keseluruhan responden 86 % telah mengenal dan menggunakan komputer selama lebih dari 5 tahun dan 14 % mengenal kurang dari 5 tahun d. Lama mengenal dan menggunakan internet Dari keseluruhan responden 82 % telah mengenal dan menggunakan internet selama lebih dari 5 tahun dan 18 % mengenal kurang dari 5 tahun Analisis Data Pada bagian ini dijelaskan mengenai analisis dan pembahasan serta pengolahan data statistik serta pengujian model menggunakan teknik structural equation modeling. Tingkat signifikansi yang digunakan pada pengujian yang dilakukan adalah sebesar atau 5% sehingga tingkat kepercayaan pada penelitian ini sebesar 95%. Uji Validitas dan Reliabilitas Untuk menguji Validitas, dilakukan perbandingan antara nilai corrected item-total correlation pada setiap indikator atau pertanyaan dengan nilai r tabel. Jika corrected item-total correlation r hitung bernilai positif dan lebih besar dari nilai r tabel, maka indikator atau pertanyaan pada variabel dapat dikatakan valid [13]. Nilai r tabel pada penelitian ini untuk tingkat signifikansi sebesar 5% adalah 0,1093 dengan perhitungan sampel sebesar 273 df = 273-2 = 271 . Oleh karena itu, nilai corrected item-total correlation untuk setiap indikator atau pertanyaan masing-masing variabel harus diatas 0,1093 agar indikator dapat dikatakan valid. Sedangkan untuk menguji reliabilitas data dapat dilakukan dengan membandingkan nilai Cronbach Alpha untuk 30 item indikator dan 273 responden. Standar batas Cronbach Alpha yang ditetapkan para ahli berbeda- beda. Suatu basic research secara umum direkomendasikan memiliki kisaran nilai Cronbach Alpha antara 0,7 - 0,8. Pada penelitian ini dipilih batas Cronbach Alpha untuk semua indikator diatas 0,7. Adapun hasil pengujian validitas pada penelitian ini didapatkan semua indikator memiliki nilai corrected item-total correlation diatas yaitu rentang nilai corrected item-total correlation yang didapatkan indikator antara – 0,655. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua indikator penilaian pada penelitian ini valid. Sedangkan pada pengujian reliabilitas didapatkan hasil Cronbach Alpha bagi semua indikator berada diatas nilai yaitu rentang nilai Cronbach Alpha pada indikator antara – sehingga dapat dikatakan semua indikator pada penelitian ini adalah reliable. Pembuatan Path Diagram Setelah model, variabel dan indikator dibuat dan diuji validitas serta realibilitasnya selanjutnya dibuat path diagram seperti Gambar 2. Setelah dilakukan analisis konfirmatori maka dilakukan pengujian struktural pada keseluruhan model penelitian , pengujian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel laten beserta indikator – indikatornya. Pada penentuan kriteria uji kecocokan beberapa kriteria yang umum digunakan dan telah memiliki standar . Jika kriteria tersebut belum memperoleh model yang fit, maka dilakukan modifikasi hingga menghasilkan model yang fit. Pada penelitian ini, berikut adalah hasil modifikasi model sehingga memperoleh Normed Chi- square CMIN/DF dengan hasil uji kecocokan 1,972, Goodness of Fit Index GFI hasil kecocokannya Adjusted Goodness of Fit Index AGFI dengan hasil uji kecocokan sebesar 0,831 dan Parsimonious Goodness of Fit Index PGFI uji kecocokan sebesar Dari hasil tersebut didapatkan bahwa model tersebut dapat diterima sehingga dapat dilakukan analisis hubungan antar konstruk. Gambar 2. Path Diagram untuk uji model struktural setelah dilakukan modifikasi 286 Copyright © 2016 SESINDO Uji Hipotesis Menganalisis hubungan antar konstruk atau variabel yang menjadi hipotesis dilakukan dengan melihat nilai critical ratio CR dan nilai probability dari setiap hubungan antar variabel laten. Nilai CR didapat melalui perbandingan dengan nilai t-tabel. Untuk sampel sebanyak 273 df= 2717 maka nilai t- tabel adalah 1,96. Sementara nilai probabilitas dibandingkan dengan nilai 0,05. Jika nilai CR lebih besar dari 1,96 dan nilai probabilitas kurang dari 0,05 maka hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima. Nilai CR dan probability dapat diketahui melalui aplikasi AMOS dari keluaran Regression Weight dan Covariances. Ringkasan hasil analisis hubungan antar konstruk atau pengujian hipotesis dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Ringkasan Hasil Analisis Hubungan Antar Konstruk pada Model Penelitian Sikap Penggunaan terhadap minat belajar Norma Subjektif terhadap minat belajar Minat belajar terhadap perilaku belajar Dari hasil pengujian yang terdapat pada tabel 2 dapat disimpulkan bahwa 1. Variabel sikap penggunaan internet serta variabel norma subjektif memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat belajar. 2. Variabel minat belajar memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku belajar hal ini ditunjukkan dengan nilai CR sebesar dan nilai probabilitas Berdasarkan hasil yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa sikap dan norma subjektif dalam penggunaan internet masing – masing berpengaruh terhadap minat belajar mahasiswa. Sedangkan minat belajar mahasiswa berpengaruh terhadap perilaku belajar mahasiswa. Hal ini dapat menjadi dasar bagi dosen untuk memanfaatkan media internet sebagai media pembelajaran mahasiswa karena hal ini terbukti mempengaruhi minat dan perilaku belajar mahasiswa, serta manajemen perguruan tinggi dapat mulai memikirkan konsep pembelajaran dengan pemanfaatan media teknologi yang tepat guna untuk menghasilkan minat dan perilaku belajar mahasiswa di lingkungan institusinya. 4. SIMPULAN DAN SARAN Berikut kesimpulan dan saran dari seluruh tahapan penelitian yang telah dilakukan Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ketiga hipotesis mempunyai estimasi atau loading factor yang positif sehingga hasilnya semua hipotesis dapat diterima. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan, terjawab bahwa sikap dan norma subjektif dalam penggunaan internet masing – masing berpengaruh terhadap minat belajar mahasiswa. Sedangkan minat belajar mahasiswa berpengaruh terhadap perilaku belajar mahasiswa. Saran Pada penelitian selanjutnya sebaiknya model dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menguji pengaruh sikap dan norma subjektif terhadap perilaku belajar secara langsung tanpa melalui minat belajar. Model juga dapat dikembangkan dengan menggunakan model lain seperti Theory Planned Behaviour TPB. 5. DAFTAR RUJUKAN [1]Achmat, Zakarija., 2010. Theory of Planned Behaviour Masihkah Relevan. [Online]. Avalaible . [Accessed 7 April 2016]. [2] Hanifah, & Abdullah, S. 2001. Pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Akuntansi. Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Vol 1, No. 3 Desember 2001, 63-68. 287 Copyright © 2016 SESINDO [3] Mahatanankoon, Pruthikrai & Igbaria, Magid., 2004. Impact of Personal Internet Usage on Employee’s Well-Being. Information Science Publishing. [4] Zin, Muda, M, & Nordin, 2013. [Online]. Avalaible Uses and Gratification Of Internet Among University Students In Malaysia. [Accessed 5 September 2013] [5] Amronah, S., 2011. Hubungan hasil belajar aspek kognitif bidang Studi pendidikan agama islam pai dengan Akhlak siswa kelas v sd negeri 2 rejosari Kecamatan brangsong kabupaten kendal. Strata 1. Semarang Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo. [6] Jogiyanto, 2007. Sistem Informasi Keperilakuan. Edisi Revisi. Yogyakarta ANDI [7] Pramono, 2013., Pengaruh Minat Belajar dan Kualitas Media Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Angkatan 2010. Strata 1. SurakartaFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah. [8] Wardhani, 2013. Hubungan Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Strata 1. SurakartaFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. [9] Widiaryanti, V. 2008. Perilaku Belajar Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Kemandirian Pada Siswa SLTP Santo Yoseph Denpasar Bali. Strata 1. Semarang Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata. [10]Gialamas, V., Nikolopoulou, K., & Koutromanos, G. 2013. Student's Teacher Perceptions About The Impact of Internet Usage on Their Learning and Jobs. Computers & Education , 1-7. [11] Widiatika, I., & Sensuse, D. 2008. Pengembangan Model Penerimaan Teknologi Internet Oleh Pelajar Dengan Menggunakan Konsep Technology Acceptance Model TAM, Jurnal Sistem Informasi MT -UI, 81-92. [12] Wijanto, S. 2008. Structural Equation Modeling dengan Lisrel Konsep dan Tutorial. Graha Ilmu. [13] Ghozali, I., 2007. Analisis Multivariate Dengan Program SPSS Edisi Kelima. Semarang Badan Penerbit Universitas Diponegoro. ... Respondents are active internet users and use information obtained from the internet as a source of learning, but sometimes they receive information that is not appropriate for their age Table 1. The internet has an effect on student and student learning motivation such as ease of finding information, providing ease of learning, especially in completing assignments, providing insight and knowledge, and as a means of exchanging information Ricoibah & Pibriana, 2016;Srinadi, 2015. In addition, learning by utilizing the internet has been proven to be able to encourage independent learning of students and is flexible Ningsih, Misdalina, & Marhamah, 2017. ...This study aimed to formulate the Hypothetical Learning Trajectory HLT as part of the Didactical Design Research at the prospective analysis stage in the VIII class of Algebra learning, namely the Two-variable Linear Equation System TVLES. HLT is based on a study of learning obstacles which includes aspects of repersonalization of material content, potential use of digital media in learning, curriculum analysis, and didactic aspects and is adapted to the needs of students and the development of digital literacy. This study involved 47 students of class VIII, 21 students of class IX, 3 mathematics teachers, and 5 model students. Based on a prospective analysis, the HLT on aspects of the TVLES concept is formulated as follows 1 Considering the concept of “The Meaning of the Equal Sign†through an open context realtime thinking literacy, recognize variables as unknown values and varying quantities; 2 Completing an open sentence using trial and error through the context of scales photo visual literacy; 3 revealing the relationship between symbolic representations and straight-line graphs; the meaning of the point of intersection, using algebraic concepts in completing TVLES branching literacy; 4 create a mathematical model of a problem related to TVLES information literacy, and; 5 solving various problems related to TVLES through a logical algorithm. This HLT was expected to be developed into a didactic design which will later be implemented in learning. Soetam Rizky WicaksonoKarenanya, pada hasil perkuliahan mata kuliah Etika Profesi untuk program studi Sistem Informasi di lingkup Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung Malang, di semester gasal tahun ajaran 2018/2019, diambil inisiatif untuk menempatkan hasil makalah mahasiswa yang juga sebagai ujian akhir semester yang telah dipresentasikan dan direvisi secara bertahap dalam satu semester, menjadi sebuah buku hasil pembelajaran. Hasil makalah para mahasiswa ini, diharapkan tidak lagi berakhir menjadi kertas bekas, namun dengan bentuk buku yang berformat rapi dan memiliki ISBN. Sehingga pada akhirnya dapat didistribusikan secara online di Google Play Book agar dapat bermanfaat bagi khalayak akademik untuk menjadi referensi ilmiah. Sebagai informasi, bahwa mahasiswa yang menjadi kontributor dalam studi kasus ini didominasi oleh mahasiswa semester satu yang notabene masih dalam tahapan awal melakukan penulisan karya ilmiah. Namun hasil yang telah ada mampu menggambarkan usaha maksimal yang telah dilakukan secara wajar untuk mereka. Bahkan beberapa analisis dirasa telah cukup mewakili pembahasan yang dimaksud sebagai tujuan dari pembelajaran komunikasi bisnis. Studi kasus yang dibahas di dalam buku ini, disertai dengan opini subyektif yang dapat disanggah oleh pihak lain. Namun sebagai sebuah karya akademik, opini tersebut layak dihargai karena telah dilengkapi dengan pengantar dan landasan teori yang MahatanankoonMagid IgbariaThe Internet has become one of most technological necessity tools in today’s workplace. With the broad scope of its usefulness and its ease of use, employees find the technology most beneficial to their daily work activities as well as their personal activities. Using the established behavioral theory with data collected from Internet users in the workplace, the chapter investigates the impact of personal Internet usage on employees’ job satisfaction and performance. This chapter also recommends several strategies that management can implement to increase employees’ well-being — such as Workplace Internet Usage Decision Grid, and Adaptive Internet Monitoring and Filtering Policy — while enhancing their work performance through personal Internet usage in the study investigated student teachers' perceptions about the impact of internet usage on their learning and future jobs. The sample consisted of 448 student teachers from the Early Childhood and Primary Education Departments at the National University of Athens, in Greece. Student teachers' perceptions regarding the impact of internet usage on their learning and future jobs were, in general, positive. Most of the students believe that internet use in university study makes learning more interesting and effective, and that possessing internet skills will assist their future job prospects. This study has shown that the more the years of digital experience and the higher the frequency of internet usage, the more positive were students' perceptions regarding internet's impact on their learning and future jobs. More years of digital experience resulted in less perceived complexity. Implications of the findings for teacher training education programmes are also of Planned Behaviour Masihkah RelevanZakarija AchmatAchmat, Zakarija., 2010. Theory of Planned Behaviour Masihkah Relevan. [Online]. Avalaible .HanifahS AbdullahHanifah, & Abdullah, S. 2001. Pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Akuntansi. Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Vol 1, No. 3 Desember 2001, Uses and Gratification Of Internet Among University Students In MalaysiaN ZinM MudaM Z NordinZin, Muda, M, & Nordin, 2013. [Online]. Avalaible Uses and Gratification Of Internet Among University Students In Malaysia. [Accessed 5 September 2013]Hubungan hasil belajar aspek kognitif bidang Studi pendidikan agama islam pai dengan Akhlak siswa kelas v sd negeri 2 rejosari Kecamatan brangsong kabupaten kendal. Strata 1. Semarang Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri WalisongoS AmronahAmronah, S., 2011. Hubungan hasil belajar aspek kognitif bidang Studi pendidikan agama islam pai dengan Akhlak siswa kelas v sd negeri 2 rejosari Kecamatan brangsong kabupaten kendal. Strata 1. Semarang Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri M JogiyantoJogiyanto, 2007. Sistem Informasi Keperilakuan. Edisi Revisi. Yogyakarta ANDIPerilaku Belajar Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Kemandirian Pada Siswa SLTP Santo Yoseph Denpasar Bali. Strata 1. Semarang Fakultas Psikologi Universitas Katolik SoegijapranataV WidiaryantiWidiaryanti, V. 2008. Perilaku Belajar Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Kemandirian Pada Siswa SLTP Santo Yoseph Denpasar Bali. Strata 1. Semarang Fakultas Psikologi Universitas Katolik Model Penerimaan Teknologi Internet Oleh Pelajar Dengan Menggunakan Konsep Technology Acceptance Model TAMI WidiatikaD SensuseWidiatika, I., & Sensuse, D. 2008. Pengembangan Model Penerimaan Teknologi Internet Oleh Pelajar Dengan Menggunakan Konsep Technology Acceptance Model TAM, Jurnal Sistem Informasi MT -UI, Equation Modeling dengan Lisrel Konsep dan TutorialS WijantoWijanto, S. 2008. Structural Equation Modeling dengan Lisrel Konsep dan Tutorial. Graha Ilmu.
pertanyaan tentang pengaruh internet bagi pelajar